Bali, dengan pantai-pantainya yang memukau dan lanskap yang rimbun, dikenal dengan keindahan alamnya. Namun, keragaman ekologi pulau ini tidak hanya terbatas pada pantainya saja, tetapi juga pada hutan bakau. Hutan bakau ini memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem lokal dan memerangi perubahan iklim. Untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran tentang ekosistem yang unik ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Festival Mangrove 2023, untuk memperingati Hari Konservasi Ekosistem Mangrove Internasional.
Festival Mangrove yang diselenggarakan di Bali di sekitar Mangrove Information Center (MIC), Taman Hutan Raya Ngurah Rai, pada tanggal 28 dan 29 Juli 2023, bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk pemerintah, swasta, akademisi, pemuda, dan masyarakat umum, baik lokal maupun internasional.
Dyah Murtiningsih, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDAS RH), menyoroti pentingnya arti strategis dari festival ini sebagai wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berkumpul. Ia juga memuji keterlibatan para aktivis mangrove lokal dan Kelompok Kerja Mangrove regional dari seluruh Indonesia.
Festival ini menyelenggarakan lokakarya yang melibatkan tiga negara: Indonesia, Korea Selatan, dan Brasil. Lokakarya ini memfasilitasi pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan konservasi lingkungan, mengingat perubahan iklim merupakan isu global yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi global.
Pemilihan Hutan Mangrove Tahura di Ngurah Rai sebagai lokasi pameran juga sangat penting. Acara ini menampilkan upaya-upaya yang berhasil dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan masyarakat Bali dalam merehabilitasi ekosistem mangrove setempat. Area ini, yang dulunya rusak akibat kegiatan akuakultur, telah diubah menjadi hutan bakau yang tumbuh subur dan terawat dengan baik, dengan luas lebih dari 1.300 hektar. Sekarang menjadi rumah bagi 33 spesies bakau dan lebih dari 300 spesies satwa liar.
Festival Mangrove merupakan acara multi-segi yang bertujuan untuk memperkuat kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Salah satu hal yang menarik dari festival ini adalah integrasi produk ecogames.net, khususnya Kartu Petualangan Alami , ke dalam kegiatan edukasi.
Para siswa dan peserta berkesempatan untuk menjelajahi hutan bakau dengan menggunakan Kartu Petualangan Alami dan permainan Jelajah Alam dari Ecogames. Permainan ini bertindak sebagai pemandu, membantu siswa mengidentifikasi, terlibat, dan lebih menghargai flora dan fauna unik dari ekosistem bakau. Mereka mengubah perjalanan sederhana melalui hutan bakau menjadi sebuah petualangan menarik yang penuh dengan penemuan.
Banyak sekolah yang antusias berpartisipasi dalam festival ini, secara aktif terlibat dalam permainan Ecogames, yang memungkinkan para siswa untuk terhubung dengan alam, meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya ekosistem mangrove. Para siswa menghabiskan waktu berjam-jam bermain dengan produk-produk Ecogames, membuat acara ini tidak hanya sangat menarik tetapi juga sangat mendidik. Melalui permainan dan kegiatan interaktif, para siswa belajar tentang peran penting hutan bakau dalam mendukung kehidupan laut, menstabilkan garis pantai, dan menyerap karbon.
Festival ini juga menampilkan kompetisi Ecogames yang menantang para peserta untuk menjelajahi ekosistem mangrove menggunakan indera penglihatan, peraba, penciuman dan pendengaran. Pengalaman langsung ini mendorong mereka untuk bekerja sama dalam tim, mendiskusikan temuan mereka, dan mempresentasikan hasil temuan mereka di hadapan para juri.
Upacara penutupan festival ini merupakan perayaan atas kesadaran dan aksi lingkungan. Acara ini meliputi penanaman pohon bakau dan pengumuman pemenang kompetisi Ecogames. Para siswa dari berbagai sekolah secara aktif berpartisipasi dalam kompetisi ini, menunjukkan pengetahuan baru mereka tentang mangrove.
Untuk kategori sekolah menengah atas, SMAN 2 Kuta Selatan keluar sebagai pemenang dengan skor 146 poin. Sementara itu, di kategori sekolah menengah pertama, SMP Insan Mulia Bali mengklaim kemenangan dengan 138 poin. Selain itu, SMAN 10 Denpasar menerima gelar “Favorit Penonton dan Juri”.
Festival Mangrove di Bali menyediakan platform unik bagi orang-orang dari segala usia untuk terhubung dan belajar tentang pentingnya ekosistem mangrove. Ecogames.net membantu membuat pengalaman edukasi ini menyenangkan dan mencerahkan bagi para siswa. Melalui permainan dan kegiatan interaktif, para siswa memperdalam apresiasi mereka terhadap peran penting bakau bagi lingkungan kita.
Saat kita merayakan konservasi mangrove pada Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove, mari kita ingat pentingnya penjaga pantai ini dan peran penting yang mereka mainkan dalam kesehatan planet kita!
Permainan Lingkungan Kelas #Pendidikan Lingkungan Sekolah #Pendidikan Lingkungan Sekolah #Mengajarkan Solusi Lingkungan #Permainan Luar Ruangan Ramah Lingkungan #Permainan Anak Sadar Lingkungan #Kegiatan Pendidikan Lingkungan #Permainan Ramah Lingkungan yang Menyenangkan #Kegiatan Ramah Lingkungan yang Menyenangkan #Pekerjaan Tangan di Bali #Pekerjaan Tangan di Bali #Permainan Bercerita #StrategiUntukPermainanPerubahan #PermainanRaksasaUntukKelompok #PermainanTentangKonservasiLaut #KesadaranPolusiPlastik #PembersihanLaut #FindMeInTheGardenGames #PermakulturBermain #SDGsuntukPendidikanPerubahan #PulauKecilBerdampakBesar #MengajarkanBatas-BatasPlanet #PermainanKetahananMasyarakat #PembelajaranHutanHujan
Ecogames.net membantu keterlibatan siswa di Festival Mangrove Bali
Bali, dengan pantai-pantainya yang memukau dan lanskap yang rimbun, dikenal dengan keindahan alamnya. Namun, keragaman ekologi pulau ini tidak hanya terbatas pada pantainya saja, tetapi juga pada hutan bakau. Hutan bakau ini memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem lokal dan memerangi perubahan iklim. Untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran tentang ekosistem yang unik ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Festival Mangrove 2023, untuk memperingati Hari Konservasi Ekosistem Mangrove Internasional.
Festival Mangrove yang diselenggarakan di Bali di sekitar Mangrove Information Center (MIC), Taman Hutan Raya Ngurah Rai, pada tanggal 28 dan 29 Juli 2023, bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk pemerintah, swasta, akademisi, pemuda, dan masyarakat umum, baik lokal maupun internasional.
Dyah Murtiningsih, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDAS RH), menyoroti pentingnya arti strategis dari festival ini sebagai wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berkumpul. Ia juga memuji keterlibatan para aktivis mangrove lokal dan Kelompok Kerja Mangrove regional dari seluruh Indonesia.
Festival ini menyelenggarakan lokakarya yang melibatkan tiga negara: Indonesia, Korea Selatan, dan Brasil. Lokakarya ini memfasilitasi pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan konservasi lingkungan, mengingat perubahan iklim merupakan isu global yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi global.
Pemilihan Hutan Mangrove Tahura di Ngurah Rai sebagai lokasi pameran juga sangat penting. Acara ini menampilkan upaya-upaya yang berhasil dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan masyarakat Bali dalam merehabilitasi ekosistem mangrove setempat. Area ini, yang dulunya rusak akibat kegiatan akuakultur, telah diubah menjadi hutan bakau yang tumbuh subur dan terawat dengan baik, dengan luas lebih dari 1.300 hektar. Sekarang menjadi rumah bagi 33 spesies bakau dan lebih dari 300 spesies satwa liar.
Festival Mangrove merupakan acara multi-segi yang bertujuan untuk memperkuat kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Salah satu hal yang menarik dari festival ini adalah integrasi produk ecogames.net, khususnya Kartu Petualangan Alami , ke dalam kegiatan edukasi.
Para siswa dan peserta berkesempatan untuk menjelajahi hutan bakau dengan menggunakan Kartu Petualangan Alami dan permainan Jelajah Alam dari Ecogames. Permainan ini bertindak sebagai pemandu, membantu siswa mengidentifikasi, terlibat, dan lebih menghargai flora dan fauna unik dari ekosistem bakau. Mereka mengubah perjalanan sederhana melalui hutan bakau menjadi sebuah petualangan menarik yang penuh dengan penemuan.
Banyak sekolah yang antusias berpartisipasi dalam festival ini, secara aktif terlibat dalam permainan Ecogames, yang memungkinkan para siswa untuk terhubung dengan alam, meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya ekosistem mangrove. Para siswa menghabiskan waktu berjam-jam bermain dengan produk-produk Ecogames, membuat acara ini tidak hanya sangat menarik tetapi juga sangat mendidik. Melalui permainan dan kegiatan interaktif, para siswa belajar tentang peran penting hutan bakau dalam mendukung kehidupan laut, menstabilkan garis pantai, dan menyerap karbon.
Festival ini juga menampilkan kompetisi Ecogames yang menantang para peserta untuk menjelajahi ekosistem mangrove menggunakan indera penglihatan, peraba, penciuman dan pendengaran. Pengalaman langsung ini mendorong mereka untuk bekerja sama dalam tim, mendiskusikan temuan mereka, dan mempresentasikan hasil temuan mereka di hadapan para juri.
Upacara penutupan festival ini merupakan perayaan atas kesadaran dan aksi lingkungan. Acara ini meliputi penanaman pohon bakau dan pengumuman pemenang kompetisi Ecogames. Para siswa dari berbagai sekolah secara aktif berpartisipasi dalam kompetisi ini, menunjukkan pengetahuan baru mereka tentang mangrove.
Untuk kategori sekolah menengah atas, SMAN 2 Kuta Selatan keluar sebagai pemenang dengan skor 146 poin. Sementara itu, di kategori sekolah menengah pertama, SMP Insan Mulia Bali mengklaim kemenangan dengan 138 poin. Selain itu, SMAN 10 Denpasar menerima gelar “Favorit Penonton dan Juri”.
Festival Mangrove di Bali menyediakan platform unik bagi orang-orang dari segala usia untuk terhubung dan belajar tentang pentingnya ekosistem mangrove. Ecogames.net membantu membuat pengalaman edukasi ini menyenangkan dan mencerahkan bagi para siswa. Melalui permainan dan kegiatan interaktif, para siswa memperdalam apresiasi mereka terhadap peran penting bakau bagi lingkungan kita.
Saat kita merayakan konservasi mangrove pada Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove, mari kita ingat pentingnya penjaga pantai ini dan peran penting yang mereka mainkan dalam kesehatan planet kita!
Permainan Lingkungan Kelas #Pendidikan Lingkungan Sekolah #Pendidikan Lingkungan Sekolah #Mengajarkan Solusi Lingkungan #Permainan Luar Ruangan Ramah Lingkungan #Permainan Anak Sadar Lingkungan #Kegiatan Pendidikan Lingkungan #Permainan Ramah Lingkungan yang Menyenangkan #Kegiatan Ramah Lingkungan yang Menyenangkan #Pekerjaan Tangan di Bali #Pekerjaan Tangan di Bali #Permainan Bercerita #StrategiUntukPermainanPerubahan #PermainanRaksasaUntukKelompok #PermainanTentangKonservasiLaut #KesadaranPolusiPlastik #PembersihanLaut #FindMeInTheGardenGames #PermakulturBermain #SDGsuntukPendidikanPerubahan #PulauKecilBerdampakBesar #MengajarkanBatas-BatasPlanet #PermainanKetahananMasyarakat #PembelajaranHutanHujan